

Fakultas Pertanian, Program Studi Ilmu Tanah Universitas Sriwijaya menyelenggarakan Seminar Equity Visiting Professor yang bertema, “Rare Earth Elements in Soil” pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung sampai dengan selesai. Bertempat di Lantai 2 Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan. Seminar ini menghadirkan Narasumber Internasional yaitu, Professor Zeng-Yei Hseu ,Distinguished Professor dari Department of Agricultural Chemistry, National Taiwan University, Taiwan
Seminar ini terbagi menjadi tiga sesi plenary yang membahas topik penting terkait unsur Rare Earth Elements (REEs). Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasar REEs, serta perannya dalam tanah dan lingkungan pertanian. Materi ini memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya REEs dalam mendukung keseimbangan ekosistem tanah dan produktivitas pertanian lalu sesi kedua membahas aspek pedogeokimia REEs Sesi kedua membahas aspek pedogeokimia REEs, yang mencakup proses pembentukan, distribusi serta fraksinasi unsur-unsur tersebut di dalam tanah. Selain itu, pada sesi ini juga dijelaskan berbagai potensi risiko lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh REEs, terakhir sesi ketiga membahas teknik atau pola unik fingerprinting REEs untuk penelusuran hubungan tanah-tanaman serta implikasinya terhadap keamanan pangan, sehinga peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak positif maupun negatifnya terhadap lingkungan.
Kegiatan ini tentunya turut dihadiri oleh dosen Fakultas Pertanian Universitas Sjakhyakirti, yaitu Lisna Oktariani, S.P., M.Si., Meci Yuniastuti Rahma, S.P., M.Si., dan Rusnaini, S.P., M.Si., kehadiran para akademisi tersebut mencerminkan tingginya perhatian dan komitmen terhadap pengembangan ilmu tanah, khususnya dalam memahami potensi serta risiko Rare Earth Elements (REEs) di sektor pertanian.
Melalui partisipasi ini, diharapkan terjalin sinergi akademik yang semakin kuat antar institusi, sekaligus memperkaya wawasan dan pemahaman peserta. Seminar ini juga diharapkan menjadi ruang berbagi ilmu yang inspiratif dalam mendukung kemajuan penelitian dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
